Ibu Lailatul Fithriyah Az-Zakiyah Jadi Perwakilan Kota Malang di Konferensi Mufasir Muhammadiyah 2023

perwakilan di konferensi mufassir

Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM) menggelar Konferensi Mufasir Muhammadiyah ‘Seminar, Lokakarya, dan Konsolidasi Mufasir Muhammadiyah’ yang berlokasi di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada 10-12 November 2023.

Adalah Ibu Lailatul Fithriyah Az-Zakiyah, Koordinator Bidang PAUD Dasmen PDA Kota Malang periode 2022-2027 menjadi salah satu mufasir terpilih dalam konferensi tersebut. Kabar membanggakan itu menjadi penyemangat kita semua di Aisyiyah Kota Malang. Karena proses seleksi mufasir begitu ketat, dan calon peserta konferensi harus mengirimkan papernya untuk dinilai apakah layak menjadi salah satu Mufasir dalam konferensi tersebut.

Alhamdulillaah Ibu Ella, begitu panggilan akrab beliau menjadi satu di antara sedikit perempuan yang lolos dalam seleksi tersebut.

Apa Itu Konferensi Mufasir Muhammadiyah?

perwakilan di konferensi mufassir
kelompok 7 Konferensi Mufasir Muhammadiyah yang diberi tugas untuk mengupas juz 15

Dilansir dari https://konferensimufasir.tarjih.or.id/, Konferensi Mufasir Muhammadiyah adalah sebuah wadah yang diinisiasi oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang bertujuan untuk menyatukan para ahli tafsir dengan latar belakang Muhammadiyah.

Konferensi ini dilaksanakan pada 10-12 November 2023 di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Tujuan utama dari konferensi ini adalah untuk membentuk jaringan mufasir Muhammadiyah, sehingga dapat saling mencurahkan gagasan, berdiskusi, dan menjelajahi sejarah serta masa depan tafsir dalam lingkungan Muhammadiyah.

Hingga saat ini, belum ada upaya serius dalam melacak akar sejarah tafsir yang telah dilalui oleh Muhammadiyah. Meskipun selama perkembangan Muhammadiyah telah banyak menghasilkan karya tafsir yang bermacam-macam, dan banyak penulis tafsir berbakat yang telah memberikan sumbangan berharga, namun akar-akar sejarah ini belum benar-benar terungkap.

Tidak hanya masalah akar sejarah tafsir, tetapi juga belum ada upaya untuk mengidentifikasi dan menghubungkan para kader Muhammadiyah yang memiliki keahlian di bidang tafsir. Meskipun banyak kader Muhammadiyah yang telah mendalami tafsir baik di dalam maupun di luar negeri, upaya untuk membentuk jaringan intelektual yang menghubungkan mereka belum dilakukan secara serius. Hal ini telah menyebabkan fenomena “kelangkaan” penulis tafsir dalam lingkungan Muhammadiyah.

Selain itu, ada pula alasan khusus yang mendesak terbentuknya Konferensi Mufasir Muhammadiyah ini. Penulisan Tafsir at-Tanwir, sebuah proyek tafsir besar-besaran yang dimulai sejak tahun 2008, baru selesai hingga juz 2 surah al-Baqarah ayat 1-286 yang tertuang dalam buku Jilid 1 dan Jilid 2. Jilid 3 saat ini sedang dalam proses penerbitan. Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menegaskan bahwa penyelesaian Tafsir at-Tanwir harus tercapai ketika Majelis Tarjih dan Tajdid berusia 100 tahun pada tahun 2027. Dengan kata lain, penyelesaian proyek ini selama lima tahun ke depan adalah “harga mati”.

Dari urgensi yang telah dijelaskan di atas, terlihat jelas bahwa konferensi mufasir Muhammadiyah yang direncanakan ini memiliki dasar yang kuat. Forum ini bukan hanya tentang penghormatan terhadap warisan tafsir Muhammadiyah, tetapi juga memastikan bahwa Tafsir at-Tanwir selesai tepat waktu. Konferensi Mufasir Muhammadiyah adalah langkah pertama dalam perjalanan panjang untuk merayakan dan memperkuat budaya tafsir dalam Muhammadiyah.

Potret Perwakilan PDA Kota Malang di Konferensi Mufasir Muhammadiyah 2023

Kegiatan ini menjadi ukuran keberhasilan Majelis Tarjih, bukan periode ini bahkan sejak pertama berdiri. Jadi kalau bisa menyelesaikan tafsir ini, berarti sudah meringankan beban majelis tarjih sejak dulu, sejak 100 tahun yang lalu, itu luar biasa dan akan direncanakan saat launching 100 tahun Majelis Tarjih.

konferensi mufassir Muhammadiyah
bersama Dr. Hamim Ilyas, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah

Menurut Dr. Hamim Ilyas, Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, ini merupakan beban yang berat dan tidak akan terselesaikan apabila yang mengerjakan hanya dari PP saja. Maka perwakilan peserta lain yang berkompetensi juga dilibatkan dalam menyusun tafsir ini.

Selain melibatkan dalam penafsiran at-Tanwir, acara ini juga untuk mensosialisasikan terkait nilai-nilai yang ingin di kembangkan oleh Tafsir at-Tanwir yakni tentang kultur agama, kultur ilmu pengetahuan, kultur sosial, dan kultur ekonomi.

Pengembangan kultur di Muhammadiyah, tambah Hamim, adalah dalam rangka mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya dengan mengembangkan 4 kultur tersebut.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Haedar Nasir memberikan apresiasi yang tinggi kepada Majelis Tarjih dan Tajdid khususnya divisi Tafsir, di bawah kepemimpinan Pak Hamim, yang akan menyelesaikan Tafsir at-Tanwir sampai tuntas. Apresiasi lainnya juga disampaikan oleh Buya Haedar, karena pada konferensi ini akan ada keluaran yang jelas yakni mempercepat proses penyelesaian produk tafsir at-Tanwir.

“Saya setuju dengan kegiatan ini, mungkin kalau toh hanya 1 program Majelis Tarjih, yakni menyelesaikan Tafsir at-Tanwir, itu oleh di muktamirin bisa diampuni kalau tidak menyelesaikan yang lain. Sehingga Pimpinan Pusat pun nanti berani bertanggung jawab di hadapan Muktamar nanti. Tarjih bisa melaksanakan satu, tapi satu ini, dapat menentukan sejarah abad kedua Muhammadiyah.”

Tapi kalau boleh nambah satu lagi, tambahnya, yaitu terwujudnya kalender Islam Global Unity. Menurutnya dua luaran tersebut jika itu berhasil semua, mungkin akan jadi satu-satunya majelis yang akan diberi penghargaan

“Untuk sampai ke situ, yang penting ada timnya, soal lain-lain biar diurus Pimpinan Pusat yang memikirkan, apalagi di UMS. Satu periode ini dari 30 juz, baru masuk juz ke-5, perjalanan kita masih panjang” ujarnya.

Dalam hal ini, Ibu Laila diberi tugas bersama kelompoknya untuk menyelesaikan tafsir Juz 15 (khususnya surat Al-Kahfi ayat 1-110). Sungguh tugas yang sangat berat, namun insyaAllah bisa dilakukan dengan baik dengan pertolongan Allaah.

Semangat Bu Laila, semoga mendapatkan hasil terbaik dan memberikan manfaat untuk persyarikatan khususnya dan umat Islam pada umumnya. Aamiin

 

 

Picture of admin

admin

Leave a Replay