Anak-anak sering kali menjadi pihak yang paling rentan, namun suara mereka justru paling jarang didengar. Menjawab tantangan tersebut, Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) dan BIKKSA PDA Kota Malang memilih cara yang berkesan dalam memperingati Hari Anak Nasional tahun ini.

Lewat tema “Stop Kekerasan pada Anak. Dengarkan Suara Anak, Mewujudkan Generasi Kemajuan,” ‘Aisyiyah hadir tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga membuka ruang aman bagi anak-anak untuk bersuara.
Suasana hangat terpancar saat Ibu Nida’an Fajriyah, M.PSi Psikolog dari BIKKSA PDA Kota Malang menyampaikan materi psikoedukasi.
Anak-anak Panti Asuhan ‘Aisyiyah diajak memahami hak-hak mereka dan mengenali berbagai bentuk kekerasan yang kerap terabaikan. Melalui diskusi kelompok, anak-anak dilatih untuk peka dan berani mencari solusi atas masalah di sekitar mereka.

Momen paling menyentuh terjadi saat sesi refleksi individu. Dalam hening, anak-anak menuangkan kisah dan pengalaman pribadi mereka di atas secarik kertas terkait tindakan kekerasan yang pernah dialami. Kertas-kertas jujur ini dikumpulkan oleh pengurus sebagai “peta empati”, bahan pijakan penting bagi ‘Aisyiyah untuk memberikan pendampingan berkelanjutan bagi anak-anak yang membutuhkan penanganan khusus.

Kebahagiaan hari itu makin lengkap dengan senyum sumringah 37 anak panti asuhan, baik penghuni asrama maupun non-asrama, saat menerima paket tali asih. Dukungan juga disalurkan melalui penyerahan bantuan Panti Asuhan ‘Aisyiyah untuk menunjang kesejahteraan anak-anak secara berkelanjutan.
Peringatan Hari Anak Nasional ini menjadi bukti bahwa mendengarkan suara anak adalah kunci awal untuk memutus mata rantai kekerasan. Bersama MKS dan BIKKSA PDA Kota Malang, anak-anak diajak untuk yakin bahwa mereka berharga, dilindungi, dan siap tumbuh menjadi generasi kemajuan yang membanggakan.









